Huruf D Pictures, Images and Photos

Jumat, 22 Juli 2011

Nero Burnlite 10

Versi Nero BurnLite 10 ini berfungsi hanya untuk membakar/burning data dan menyalin data ke CD atau DVD. Jadi bagi kamu yang hanya ingin copy file/burning data ke CD/DVD bisa menggunakan Nero Versi ini. Versi Nero BurnLite 10 ini bisa anda gunakan secara gratis. Untuk Fitur tambahan dan fungsionalitas yang tersedia harus dengan upgrade ke Nero Burning ROM atau Nero Multimedia Suite 10. Nero BurnLite 10 sudah kompatibel dengan Windows 7.
Multimedia Nero Suite 10 unggul multimedia kekuatan Anda dengan koleksi tiga produk dibundel menjadi satu suite yang kuat - Nero Vision Xtra, Nero BackItUp dan Burn dan Nero Burning ROM. Ini sarat dengan fitur video mudah-canggih mengedit, pengelola media dan player, burning software unggul, teknologi backup yang handal, dan khusus multimedia alat untuk meningkatkan musik, foto dan video.

Klik dibawah ini untuk mendapatkan Nero BurnLite 10


Download Nero BurnLite 10

PDF to Word Converter

Download PDF to Word ConverterUntuk menkonvert (merubah) dokumen PDF ke dokumen Word, Anda memerlukan sebuah Software. Software tersebut adalah PDF to Word converter. PDF to Word Converter sangat mudah digunakan. Anda tinggal menentukan file PDF yang akan dikonversi dengan mengklik tombol Browse. Kemudian output file akan otomatis di letakkan di lokasi tempat file PDF tadi.

Anda juga bisa memilih halaman yang akan dikonversi ke word dengan menentukannya di bagian Convert Pages. Selain itu, Anda bisa menentukan font yang digunakan pada hasil konversi dengan memilih Font pada kotak pilihan font. Hasil konversi juga bisa otomatis dibuka setelah proses convert selesai. Hal bisa dilakukan dengan menandai pilihan Open document for editing after conversion. Untuk memulai proses convert PDF ke Word, Anda tinggal mengklik tombol Convert to Word Document.
anda bisa mendownload softwarenya di sini : download

Cara menonaktifkan Automatic Update pada windows 7

Automatic Update Windows 7. Windows 7 dan versi Windows lainnya dilengkapi dengan fitur Automatic Update atau Update Otomatis. Hal ini memudahkan pengguna untuk mengetahui dan mendownload update Windows secara otomatis. Namun, ada beberapa user termasuk salah satu dari Anda yang kurang suka jika Automatik Update ini aktif dan ingin mematikkannya. Pada artikel komputer kali ini, saya ingin membahas cara menonaktifkan Automatic Update pada Windows 7. Namun, mematikan fitur Update Otomatis ini tidak saya rekomendasikan bagi Anda. Tutorial ini hanya saya sarankan jika Anda memang benar-benar ingin mematikan fitur Automatic Update secara penuh ataupun secara sebagian.
Untuk mematikan fitur Automatic Update pada Windows 7, ada beberapa langkah yang mesti Anda lakukan, langkah-langkah tersebut sebagai berikut:
  1. Buka jendela Windows Update dengan mengklik Start » All Programs »: Automatic Update.
  2. Selain cara tadi, Anda juga bisa membuka jendela Windows Update melalui jendela Control Panel. Pada Contorl Panel klik System and Security.
  3. Control Panel - System and Security
  4. Setelah itu, di jendela selanjutnya, klik Windows Update
  5. Control Panel - Windows Update
  6. Pada jendela Windows Update, klik Change Setting disebelah kiri jendela.
  7. Selanjutnya di jendela setting, pilih salah satu pengaturan yang Anda inginkan melalui dropdown box yang disediakan. Anda mempunyai 4 (empat) pilihan disana, yaitu:
    • Install update automatically (recommended). Pilihan ini akan mengatur Windows agar mendownload dan menginstall update secara otomatis. Dengan kata lain, jika Anda memilih opsi ini maka Automatic Update masih tetap aktif. Jadi karena tujuan kita adalah mematikan Automatic Update, maka pilih ini tidak usah Anda pilih.
    • Download update but let me choose whether to install them. Opsi ini akan mengatur Windows agar mendownload update secara otomatis, namun tidak akan menginstallnya secara otomatis. Anda bisa saja menginstall update tersebut ataupun tidak.
    • Check for update but let me choose whether to download and install them. Opsi ini akan mengatur Windows agar hanya memeriksa update, namun tidak mendownload dan menginstall update tersebut. Jadi Anda hanya akan mendapat notifikasi tentang update yang ada. Anda bisa mendownload ataupun menginstallnya sesuai dengan keinginan Anda.
    • Never check for update (not recommended). Opsi ini akan mematikan Automatic Update secara penuh. Windows tidak akan memeriksa update yang ada ataupun mendownload dan menginstall update tersebut.

    Silahkan Anda pilih salah satu opsi yang ada antara opsi 2, 3, dan 4 sesuai dengan selera Anda. Namun, sebagai informasi, saya memilih opsi yang ke-3 Check for update but let me choose whether to download and install them. Kenapa? Karena opsi ini memberikan informasi kepada saya tentang update dari Microsoft. Namun, saya bisa menentukan sendiri antara mendownload dan melakukan update atau tidak melakukan update sama sekali. Apabila ada sebuah update terbaru, maka Windows Update akan memberikan notifikasi pada try icon dan bila jendela Windows Update terbuka akan terlihat, jumlah dan ukuran file update yang mesti di download dan di install.
  8. Dibawah dropdown box tadi, Anda akan melihat 2 buah check box. Checkbox yang pertama bertuliskan Give me recommended update the same way I receive important updates. Pilihan ini berfungsi untuk memberikan update yang direkomendasikan oleh Microsoft. Namun buka important update. Opsi hanya berpengaruh jika Anda memilih opsi 1, 2 dan 3 pada langkah ke 4 tadi.Sedangkan checkbox yang kedua (Allow all users to install updates on this computer) berfungsi untuk memberikan ijin kepada user lain baik yang berstatus adminstrator atau bukan untuk menginstall update. Berikan tanda cek (rumput) jika Anda memberikan ijin kepada user lain untuk mengisntall update.
  9. Jika semua pengaturan sudah selesai, klik tombol OK yang ada dibawah jendela Windows Update ini untuk menyimpan pengaturan.
Semua pengaturan untuk mematikan automatic update pada Windows 7 telah selesai sampai disini. Jika Anda ingin mengaktifkan lagi fitur update otomatis ini, lakukan langkah-langkah yang sama. Namun, pada langkah ke-4 pilih opsi satu.
@_^

Rabu, 20 Juli 2011

software yg Mengembalikan file yang telah terformat

Apakah Anda pernah secara tidak sengaja menghapus file Anda, kemudian sudah meng-empty recycle bin? Atau Anda telah mem-format hard disk tapi ingin data Anda kembali? Atau data hilang / rusak karena virus? Atau karena komputer mati atau restart tiba-tiba? Ada cara untuk mengembalikan data yang hilang, yaitu dengan satu software yang sangat lengkap, yaitu Ontrack EasyRecovery Professional. Inilah cara-cara mengembalikan data Anda yang hilang .
Pertama Anda harus download dulu software tersebut, silakan klik di sini untuk download software Ontrack Easy Recovery Professional.

Jika data Anda yang hilang di drive C:, sebaiknya install di komputer atau sistem operasi lain. Jika data yang hilang di drive selain C:, Anda bisa menginstall software ini di mana saja di komputer yang sama, asalkan tidak berada dalam satu drive dengan data yang hilang tadi.
Software ini menyediakan sebuah solusi yang sangat komplit sehubungan dengan data yang hilang atau urusan recovery data yang hilang karena:
  1. Virus.
  2. Sektor yang tidak terbaca
  3. Kesalahan aplikasi, system, atau shut down yang tidak normal.
  4. Kerusakan pada critical area.
  5. Ter-format
  6. Penyebab lain yang memungkinkan hilangnya data.
Software ini di-install pada Windows 98 SE, Me, 2000, or XP, dan dapat me-recover data untuk pada semua sistem windows. Software ini memiliki empat feature utama, yaitu:
  1. Disk Diagnostics, yaitu tool untuk mengecek kondisi hardisk Anda apakah masih bagus atau tidak.
  2. Data Recovery, yaitu tool untuk mengembalikan data / file karena terhapus, terformat, dan sebagainya.
  3. Email Repair, yaitu tool untuk mengembalikan data email Outlook Express yang terhapus atau rusak.
  4. File Repair, yaitu tool untuk memperbaiki data / file Microsoft Word, Excel, Access, PowerPoint, dan ZIP (winzip) file yang rusak karena virus atau sebab lain.
Mari kita lihat satu per satu fasilitas yang ada dalam software ini.
1. Disk Diagnostics
Data hilang - Disk Diagnostics
Tool yang ada dalam Disk Diagnostics ini adalah:
  • Data Advisor, untuk membuat disket recovery.
  • Drive Tests, untuk mengetes kondisi fisik dari hard disk (disk drive).
  • Jumper Viewer, untuk melihat posisi jumper pada hard disk.
  • Partition Tests, untuk mengecek kondisi partisi hardisk.
  • Size Manager, untuk melihat kapasitas hard disk
  • SMART Tests, digunakan untuk mengetes kondisi Self-Monitoring, Analysis and Reporting Technology pada suatu hardisk.
2. Data Recovery
Data hilang - data recovery
Tool-tool yang ada dalam Data Recovery ini adalah:
  • Advanced Recovery, untuk mencari data yang sudah tidak dapat di-recover dengan tool lain, yaitu karena ter-format, ter-partisi, virus, atau hal lain.
  • Deleted Recovery, untuk mencari data yang sudah dihapus. 
  • Format Recovery, untuk mencari data pada hard disk yang sudah di-format.
  • Raw Recovery, untuk mencari file yang hilang berdasarkan signature.
  • Resume Recovery, semua proses recovery dapat dihentikan sementara dan dilanjutkan pada lain waktu.
  • Emergency Media, untuk membuat disket atau CD yang digunakan untuk me-recover data / file hilang.
3. Email Repair, digunakan untuk mengembalikan data email Outlook dan Outlook Express yang hilang.
Data hilang - email repair
4. File Repair, digunakan untuk mengembalikan file-file Microsoft Office dan ZIP yang rusak. Tool ini dapat memperbaiki file Microsoft Word, Excel, Access, PowerPoint, dan ZIP (winzip) file yang corrupt / rusak karena virus atau sebab lain.
Data hilang - file repair
Data atau file yang hilang lebih sulit di-recover jika:
  1. Anda menambahkan file baru setelah Anda menghapus atau memformat hard disk.
  2. Anda menggunakan FAT32 dalam Windows XP.
Demikian cara mengembalikan data yang hilang dengan software EasyRecovery Professional. Semoga data Anda bisa diselamatkan.^_^